Luas Es Laut Antartika Capai Maksimum Terendah Ketiga pada 2026
Luas maksimum es laut Antartika pada musim dingin 2026 kemungkinan telah tercapai pada 14 September 2026, dengan catatan terendah ketiga sepanjang sejarah satelit.
- Luas maksimum es laut Antartika 2026 tercatat 17,59 juta km² pada 14 September.
- Maksimum tersebut menjadi yang terendah ketiga dalam catatan satelit sejak 1978.
- Pengukuran memakai sensor gelombang mikro pasif pada satelit pengamat Bumi NASA dan JAXA.
- Tren penurunan es laut Antartika berlanjut setelah sempat naik sekitar 1 persen per dekade pada 1979–2014.
- Luas minimum es laut Antartika diperkirakan terjadi pada Februari mendatang sebagai indikator lanjutan.
Apa yang terjadi
Luas maksimum es laut Antartika pada musim dingin 2026 kemungkinan besar telah tercapai pada 14 September, menurut data satelit. Angka ini mencatatkan rekor sebagai perluasan maksimum terendah ketiga sepanjang sejarah pengamatan.
Apa yang kami ketahui
Luas es laut saat maksimum tercatat sebesar 17,59 juta kilometer persegi (6,79 juta mil persegi).
Angka tersebut menempatkan maksimum tahun ini sebagai yang terendah ketiga dalam rekor satelit sejak 1978. Rekor pengamatan dimulai dengan satelit Nimbus-7 pada 1978, dilanjutkan oleh satelit Defense Meteorological Satellite Program (DMSP) sejak 1987, NASA's Aqua (2002–2011), dan terakhir JAXA's GCOM-W yang beroperasi hingga 2025.
Metode pengukuran menggunakan sensor gelombang mikro pasif pada satelit yang mampu mendeteksi es laut dalam segala cuaca karena es memancarkan lebih banyak energi gelombang mikro daripada perairan terbuka.
Dalam jangka panjang, total es laut Antartika sempat bertambah sekitar 1 persen per dekade antara 1979 hingga 2014, dengan rekor tertinggi luas musim dingin terjadi pada 2012 hingga 2014. Namun para ilmuwan menilai tidak pasti apakah peningkatan itu merupakan perubahan yang berarti. Tren peningkatan tersebut berakhir, dan penurunan signifikan mulai teramati.
Sejak saat itu, cakupan es laut Antartika sebagian besar tetap di bawah normal. Tahun 2023 mencatatkan rekor terendah untuk luas minimum dan maksimum, dan penurunan ini kini terus dalam pengamatan.
Mengapa ini penting
Data ini merupakan hasil kolaborasi antara NASA dan JAXA melalui satelit pengamat Bumi mereka. Pemantauan perubahan di kutub selatan tidak hanya penting untuk memahami dinamika iklim global, tetapi juga menunjukkan keandalan teknologi penginderaan jauh yang kini menjadi fondasi untuk mendukung operasi antariksa lain, termasuk misi eksplorasi di Bulan maupun ruang cislunar.
Selanjutnya
Para ilmuwan akan terus memantau perkembangan es laut Antartika. Musim panas di belahan Bumi selatan akan tiba, dan luas minimum es laut diperkirakan terjadi pada Februari mendatang, yang akan menjadi indikator apakah tren penurunan terus berlanjut.
Yang belum kami pastikan
- Apakah peningkatan luas es laut Antartika 1979–2014 merupakan perubahan yang berarti masih belum pasti.
Sumber
Ditulis oleh sistem AI berdasarkan sumber di atas dan diperiksa secara otomatis; tanpa penulis perorangan. Cara kerja situs ini